Pembunuh Robert F Kennedy diberikan pembebasan bersyarat setelah 53 tahun penjara

Sejak itu sejumlah teori konspirasi telah muncul seputar penembakan itu termasuk keyakinan ada pria bersenjata kedua.

Keyakinan itu diperkuat dengan rekaman rekaman di mana 13 tembakan terdengar dengan revolver Sirhan yang hanya mampu menembakkan delapan peluru.

Pada pembebasan bersyarat 2016 mendengar salah satu dari mereka yang terluka dalam serangan itu bersaksi bahwa pria bersenjata yang berbeda telah menembak Kennedy.

Namun kesaksian itu tidak meyakinkan dewan pembebasan bersyarat untuk menyetujui pembebasan Sirhan.

Mereka yang mendukung pembebasan Sirhan termasuk Robert Kennedy Jr, salah satu putra senator, yang pada 2018 mengatakan kepada Washington Post bahwa dia percaya bahwa orang lain adalah pembunuhnya.

Namun, Mr Kennedy tidak berpartisipasi dalam proses pembebasan bersyarat.

Permohonan itu juga didukung oleh putra Kennedy lainnya, Douglas, yang masih balita pada saat penembakan itu.

Paul Schrade, seorang pemimpin buruh dan teman Kennedy yang juga tertembak dalam insiden itu, juga menyerukan agar Sirhan dibebaskan.

“Dia telah menjalani waktunya,” kata Schrade kepada ITN dalam sebuah wawancara baru-baru ini. “Ketika kita berbicara tentang keadilan di Amerika, kita harus berbicara tentang keadilan untuk Sirhan.”

Angela Berry, pengacara Sirhan, mengatakan dia bermaksud untuk memfokuskan banding terakhir pada catatannya sebagai tahanan.

“Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi dia tidak dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat,” katanya kepada kantor berita Associated Press.